Akun Twitter Dwi Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya Oleh Forkapri

Akun Twitter Dwi Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya

Liputaninformasi – Pemilik Akun Twitter @estiningsihdwi resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pemilik akun tersebut dilaporkan oleh sekelompok orang yang tergabung Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia ( Forkapri ), pada hari Senin (21/12). Kedatangan mereka ke Polda, untuk melaporkan pemilik akun @estiningsihdwi karena diduga mengandung kebencian yang terkait suku, ras, agama dan sara.

Seperti yang diketahui, akun @estiningsihdwi pernah membuat sebuah cuitan yang menghina pahlawan. Cuitan dari milik Dwi Estiningsih itu berisi tudingan bahwa kalangan nonmuslim hanya memunculkan sedikit pahlawan. Forkapri Birgaldo Sinaga yang merupakan ketua dari forum tersebut, menyatakan merasa tersingung dengan cuitan yang di buat oleh @estiningsihdwi yang menyebutkan bahwa mayoritas non-muslim justru pengkhianat.

“Kami sebagai anak bangsa kebetulan ayah kami pejuang, merasa sangat terluka. Ini bagian adanya upaya mengadu domba‎,” kata dia di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan.

Jawaban Yang Diberikan Dwi Setelah Di Wawancara  Oleh LiputanInformasi

Saat diwawancara, Dwi mengaku baru mendengar kabar tentang dirinya yang sudah dilaporkan oleh orang lain. Dwi juga mengatakan bahwa dia masih belum mendapatkan surat resmi pemanggilan dari Polda Metro Jaya.

“Belum ada (belum menyiapkan kuasa hukum). Saya juga baru dengar dari orang lain, panggilan dan surat resmi juga belum ada,” ucap Dwi.

Dwi juga mengatkan bahwa, didalam keluarganya terdapat dari beberapa suku dan ras, dan dia berharap untuk tidak mengajari dia tentang arti dari toleransi. “Kalau soal toleransi jangan ajari saya. Di sini itu semuanya Pancasilais. Keluarga saya, Budhe, Pakdhe, non-Muslim biasa. Keluarga Ibu saya Chinesse, keluarga suami saya juga seperti itu. Jadi batas-batas toleransi itu (saya) paham betul,” ucapnya.

Mengenai cuitannya di twitter, Dwi mengatakan bahwa mayoritas pahlawan yang terdapat di mata uang rupiah itu beragama muslim. Dwi yang diketahui adalah seorang dosen ini juga menilai bahwa gambar pahlawan harus sesuai dengan realita.

“Jadi kita tidak merasa memiliki, padahal setiap hari uang itu kita pegang. Asas keadilan itu lho, kalau mau toleransi jangan kemudian tebang pilih,” tuturnya.

“Itu masalah bagi saya, kadang orang tidak melihat itu sebagai masalah, tetapi itu masalah,” imbuhnya kemudian. Dwi kemudian mengatakan bahwa, tidak akan mempermasalahkan orang yang sudah melaporkannya. Karena menurutnya, bukan dirinya yang dilihat sebagai masalah.”Mendidik di dunia sosmed itu ya seperti itu, menempatkan masalah itu pada tempatnya, yang masalah itu masalah, yang bukan masalah itu bukan masalah, jangan dibalik. Sebenarnya itu, apapun yang saya tulis itu intinya,” kata Dwi.

Dwi kemudian menegaskan bahwa dia tidak akan menghapus cuitan di akun twitternya. Bahkan dia juga tidak akan menghapus komentar atau memblokir pemain akun lain yang merisaknya di jagad maya. Dwi juga tidak terlalu mengangapi semua komentar pedas yang tertuju kepadanya.

Akun Twitter Dwi Dilaporkan Ke Polda Metro Jaya
Baca Juga Berita dan Informasi Lainnya Disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *