Kyai Haji Ahmad Hasyim Muzadi Meninggal Dunia, Ini Ungkapan Ahok & Djarot

Ahmad Hasyim Muzadi Meninggal Dunia

LiputanInformasi.com – Kyai Haji Ahmad Hasyim Muzadi meninggal dunia di Malang, 16 Maret 2017 pada umur 72 tahun. Beliau adalah seorang tokoh Islam Indonesia dan mantan ketua umum Nadhlatul Ulama yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 19 Januari 2015.

Hasyim Muzadi juga pernah menjadi pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam di Malang, Jawa Timur. Sebelumnya ia sempat mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor dari tahun 1956 sampai dengan tahun 1962.

Ahok menilai bahwa Indonesia telah kehilangan salah satu sosok Putra Bangsa Terbaik

Kepergian Hasyim Muzadi menjadi kesedihan Indonesia. Basuki Tjahaja Purnama mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Ahmad Hasyim Muzadi. Dia menilai, Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya.

“Indonesia kehilangan salah satu Kyai terbaiknya. Beliau adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia,” tulis Ahok melalui akun Instagram miliknya, Kamis (16/3).

Ahok juga menungkapkan bahwa beliau merupakan sosok guru yang selalu menjunjung persatuan. Dia mengharapkan gagasan yang selama ini diperjuangkan tokoh Islam Indonesia dan mantan Ketua Umum PBNU serta anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu dapat diteruskan.

“Beliau merupakan guru yang selalu menjunjung persatuan dan keutuhan bangsa untuk umat dan negara. Semoga warisan keilmuan dan semangat persatuannya terus tetap hidup dalam keseharian ¬†berbangsa dan bernegara,” ¬†tutup Ahok.

Djarot memiliki banyak pengalaman bersama beliau

Pasangan Ahok, Djarot Syaiful Hidayat pun menungkapkan kesedihannya atas meninggalnya KH Hasyim. Djarot bercerita soal pengalamannya bertemu dengan Ketum PBNU tersebut. Djarot mengaku suka mengikutinya saat memberikan tausyiah di Blitar.

“Saya suka mengikuti beliau ketika di desa, jadi ketika beliau ngasih tausiyah, pengajian itu sangat cair dan almarhum terus diundang kemana-mana. Beliau juga rutin ke Blitar ketika saya menjabat sebagai wali kota,” kata Djarot di kawasan Pondok Pesantren Al Hikam, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/3).

Menurut Djarot, banyak yang sudah dikerjakan oleh Hasyim Muzadi. Sebab, dia melihat Hasyim sudah meniti karir dari titik terbawah.

Ahmad Hasyim Muzadi Meninggal Dunia

“Sudah yang dikerjakan oleh almarhum kepada bangsa ini, beliau meniti karir di NU, itu mulai dari sangat bawah. Mulai dari PMII di GP Ansor sampai saya ketemu beliau sebagai ketua PBNU Jawa Timur. Saya berhubungan terus. Ketika beliau diangkat sebagai Wantimpres saya juga berhubungan dengan beliau,” tuturnya.

Dalam kenangannya, sosok KH Hisyam menurut Djarot adalah pribadi yang rendah hati, jujur, dan suka membangun silaturahmi dengan para ulama. “Sabar dan rendah hati, jujur dan membangun tali silaturhami dengan semuanya. Terutama dengan para ulama,” ujarnya.

Menurutnya ketika ulama bersatu masalah di DKI Jakarta menjadi lebih mudah untuk di selesaikan. “Ketika ulama dan umaro (pemimpin) ini bisa bergengam bareng, maka persoalan di Jakarta ini lebih mudah diselesaikan,” pungkasya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *