Abu Sayyaf Bebaskan WNI yang di Culik

ABU SAYYAF MEMBEBASKAN WNI

LiputanInformasi.com Akhirnya Tiga warga negara Indonesia berhasil di selamatkan dari penyanderaan perompak Abu Sayyaf di Filipina.

Ketiganya bernama Lorens Koten, Theodores Kopong dan Emmanuel.

Ketiga WNI ini merupakan awak kapal ikan milik perusahaan Malaysia. Ketiganya disandera pada 19 Juli lalu di Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Front Pembebasan Bangsa Moro (MNLF) mengatakan ketiganya berhasil dibebaskan karena campur tangan Nur Misuari, pemimpin MNLF. Mereka juga disebut berada di Indanan Town bersama pemimpin MNLF tersebut.

Seorang profesor sebuah perguruan tinggi berbasis di Sulu Profesor Octavio Dinampo mengatakan ketiganya bebas karena pembayaran tebusan.

“Saya mendengar, uang sebesar 30 juta Peso telah dibayarkan kepada Abu Sayyaf,” seru dia.

Para WNI ini dibebaskan bersama dengan sandera asal Norwegia Kjartan Sekkingstad. Dari kabar beredar, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu sudah berada di Zamboanga, Filipina untuk proses penyerahan ketiga WNI tersebut.

Seputar tentang Abu Sayyaf

Kelompok Abu Sayyaf, juga dikenal sebagai Al Harakat Al Islamiyya, adalah sebuah kelompok separatis yang terdiri dari milisi yang berbasis di sekitar kepulauan selatan Filipina, antara lain Jolo, Basilan, dan Mindanao.

Dilaporkan bahwa akhir-akhir ini mereka sedang memperluaskan jaringannya ke Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Kelompok ini bertanggung jawab terhadap aksi-aksi pengeboman, pembunuhan, penculikan, dan pemerasan dalam upaya mendirikan negara Muslim di sebelah barat Mindanao dan Kepulauan Sulu serta menciptakan suasana yang kondusif bagi terciptanya negara besar yang Pan-Islami di Semenanjung Melayu (Indonesia dan Malaysia) di Asia Tenggara. Nama kelompok ini adalah bahasa Arab untuk Pemegang (Abu) Pedang (Sayyaf).

Abu Sayyaf adalah salah satu kelompok separatis terkecil dan kemungkinan paling berbahaya[butuh rujukan] di Mindanao. Beberapa anggotanya pernah belajar atau bekerja di Arab Saudi dan mengembangkan hubungan dengan mujahidin ketika bertempur dan berlatih di Afganistan dan Pakistan.

Pendiri Abu Sayyaf ialah Abdurajak Abubakar Janjalani. Dia tewas dalam baku tembak dengan tentara Filipina pada Desember 1998.

Pada pertengahan 2014, Abu Sayyaf berbasis di kepulauan selatan Filipina, seperti Jolo, Basilan dan Mindanao itu, disebut-sebut telah berbaiat kepada kelompok yang menamakan diri mereka Negara Islam atau ISIS.
Menurut pengamat terorisme Nasir Abbas, Abu Sayyaf hanya “ikut-ikutan saja bergabung dengan ISIS.
“Perbuatan yang mereka lakukan itu, sudah lebih dulu dari ISIS. Masalah menculik, membunuh, mereka sudah lebih dulu dari ISIS,” kata Nasir.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *