10 Provinsi Dengan Kasus HIV Terbanyak Pada Tahun 2017, DKI Jakarta Berada Pada Peringkat Ke-2

10 Provinsi Dengan Kasus HIV Terbanyak Pada Tahun 2017

LiputanInformasi.com – Sampai saat ini, Indonesia masih menanggulangi kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Meskipun banyaknya larangan dalam berhubungan seksual di luar menikah, kasus HIV di Indonesia seakan tak bisa dihentikan. Pengukuran nasional pengidap HIV tertinggi berada di Provinsi Jawa Timur.

Sebelumnya, ada penjelasan sedikit apa itu HIV dan bahaya selanjutnya yang akan di alami pengidap tersebut.

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.

HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang total yang artinya pengidap dalam keadaan ‘Danger’.

pic-capaian-3-1200x500

10 Provinsi Dengan Kasus HIV Terbanyak Pada Tahun 2017
Baca Juga: Mahasiswa Ini Mencoba Mencuri di Rumah Raffi Ahmad, Alasannya Galau Karena Wanita

Berdasarkan data Kementrian Kesehatan 2017, jumlah HIV sekitar 42 ribu kasus. Kasus HIV tertinggi terdapat di Jawa Timur dan disusul oleh DKI Jakarta. Jumlah pengidap di Ibu Kota ini jumlahnya naik turun dari tahun ke tahun. Data tahun 2017 terakhir jumlah pengidap di DKI Jakarta mencapai 6019 orang.

Oleh karena itu perlu upaya pencegahan agar jumlah pengidap HIV tak bertambah. Penderita HIV/AIDS juga harus mendapat pengobatan rutin.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada khususnya mengupayakan program pencegahan. Salah satunya dengan program ketuk pintu melayani dengan hati dengan mendatangi langsung para penderita HIV/AIDS. Hal ini juga berlaku di seluruh provinsi Indonesia.

Dalam program itu dilibatkan Pokja yang rutin menggelar FGD maupun sosialisasi serta pembekalan kepada pengidap HIV/AIDS. Peran serta masyarakat, lanjut Djarot juga sangat diperlukan, karena Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) tak bisa bekerja sendiri

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *